18.4 C
New York
September 16, 2026
Berita

HARI JADI KUNINGAN: Ketua FJI Serukan “Kuningan Bebas Narkoba dan LGBT”, Ini Alasannya

KUNINGAN — Momentum Hari Jadi Kuningan tahun ini diwarnai seruan tegas dari Ketua Forum Jamaah Indonesia (FJI) Kuningan T. Budiarto yang mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat pengawasan terhadap peredaran narkoba sekaligus menjaga ketahanan moral dan keluarga.

Dalam artikel yang disampaikannya pada 1 September 2026, Ketua FJI Kuningan mengangkat tema “Kota Kuningan Bebas Narkoba dan LGBT”. Ia menyebut narkoba dan isu LGBT sebagai dua persoalan yang menurut pandangannya perlu mendapat perhatian serius masyarakat.

“Kuningan harus bebas narkoba dan bebas LGBT,” tegasnya.

Menurutnya, Kuningan bukan sekadar daerah dengan kekayaan alam, sejarah, dan budaya, tetapi juga rumah bagi generasi penerus yang harus dijaga bersama.

Ia menyoroti peredaran narkoba yang dinilai tidak lagi hanya terjadi di lingkungan tertentu.

Menurutnya, ancaman tersebut berpotensi menyasar berbagai lapisan masyarakat, termasuk generasi muda.

“Bebas narkoba, karena narkoba merampas masa depan anak-anak kita. Satu gram sabu bisa menghancurkan satu keluarga. Kita tidak boleh memberi ruang sedikit pun bagi pengedar dan pengguna,” ujarnya.

Ketua FJI juga menyoroti perkembangan konten dan komunitas LGBT di media sosial.Ia berpandangan bahwa penyebaran konten yang mempromosikan gaya hidup tertentu perlu menjadi perhatian orang tua, sekolah, tokoh agama, dan pemerintah, khususnya dalam kaitannya dengan pendidikan dan perlindungan anak.

Namun, seruan tersebut merupakan sikap dan pandangan FJI Kuningan, bukan pernyataan bahwa seluruh masyarakat Kuningan memiliki pandangan yang sama.

Ketua FJI kemudian menawarkan sejumlah langkah yang menurutnya perlu dilakukan secara bersama-sama.

Pertama, memperkuat pengawasan terhadap peredaran narkoba dengan melibatkan aparat penegak hukum, pemerintah, sekolah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga lingkungan RT/RW.

Kedua, memperkuat pendidikan karakter dan budi pekerti sejak dini.

Menurutnya, keluarga dan sekolah memiliki peran penting dalam membangun ketahanan anak menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan maupun media sosial.

Ketiga, menciptakan ruang publik dan lingkungan digital yang sehat bagi anak-anak dan generasi muda.

Hari Jadi Kuningan dan Tantangan Generasi MudaMomentum Hari Jadi Kuningan, menurutnya, tidak seharusnya hanya menjadi seremoni tahunan.

Hari jadi juga harus menjadi kesempatan untuk mengevaluasi persoalan sosial sekaligus menyusun harapan bagi masa depan daerah.

Ia berharap dalam satu dekade mendatang Kuningan dapat menjadi daerah yang mampu menekan penyalahgunaan narkoba, memperkuat pendidikan karakter, menjaga nilai budaya, sekaligus menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.

“Mari kita jaga Kuningan bersama. Bukan dengan kebencian, tetapi dengan ketegasan dan cinta. Cinta kepada anak cucu kita, cinta kepada tanah Sunda, cinta kepada Indonesia,” katanya.

Seruan tersebut sekaligus membuka kembali perbincangan mengenai bagaimana pemerintah, masyarakat, keluarga, sekolah, dan organisasi kemasyarakatan menghadapi persoalan narkoba, perkembangan media sosial, serta perubahan sosial di tengah generasi muda.

Pertanyaannya kini: mampukah Kuningan membangun lingkungan yang benar-benar aman bagi generasi mudanya tanpa terjebak pada stigma dan diskriminasi terhadap kelompok tertentu?

Related posts

Usai Upacara Penutupan Diksarmil, Rokhmat Ardiyan Video Call Kadet Kuningan: “Belajar Sungguh-Sungguh, Buat Bangga Kuningan”

Admin

400 Pohon Pisang Ditebang di Lahan Pertamina, Sengketa Tanah atau Dugaan Tindak Pidana?

Admin

Las Catrinas Brings Authentic Mexican Food to Astoria

Admin

Leave a Comment